Indonesia Coal Summit 2024: Komitmen Wujudkan Environment, Sicial, Governance

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 28 Juni 2024 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara Indonesia Coal Summit 2024. (Dok. Minerba.esdm.go.id)

Acara Indonesia Coal Summit 2024. (Dok. Minerba.esdm.go.id)

MINERGI.COM –  Batubara masih menjadi sumber energi utama dan penyangga energi di Indonesia hingga energi terbarukan dapat mencapai porsi yang diharapkan sesuai target bauran energi nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Hilirisasi Mineral dan Batubara pada saat menyampaikan paparan pada acara Indonesia Coal Summit 2024.

Bertempatkan di Kota Samarinda, tema yang disusung pada acara ini adalah The Resilience of Coal: Powering a Sustainable Future.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga topik seminar dipersembahkan dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kementerian/lembaga terkait, asosiasi pertambangan, dan stakeholder lainnya.

Pertemuan ini menyoroti beberapa hal yang masih menjadi persoalan pelik terkait industri pertambangan, khususnya batubara. Manakala persepsi tentang pertambangan di Tanah Air masih dinilai belum baik dalam hal penerapan prinsip-prinsip environment, social, governance (ESG).

Ansari menyampaikan produksi batubara dunia tahun 2024-2026 diproyeksikan sedikit ada penurunan dibandingkan tahun 2023. Sedangkan rencana produksi batubara nasional tahun 2024-2026 sekitar 710-730 juta ton.

Kemudian berdasarkan proyeksi, Indonesia masih menggunakan batubara sebagai sumber energi sekitar 67% hingga 59 bauran energi.

Dalam hal ini, Ansari berpesan bahwa perlunya percepatan pengembangan industri hilir batubara agar batubara dapat dimanfaatkan secara optimal dan aman bagi lingkungan.

“Pemanfaatan biofuel dan energi terbarukan lainnya perlu dioptimalkan untuk menggantikan energi fosil di area pertambangan, juga termasuk menetapkan strategi agar transisi energi dapat memberikan peluang bagi perekonomian” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia, Priyadi mengajak kepada para pelaku usaha pertambangan batubara untuk mencari solusi bersama dalam rangka menciptakan energi rendah emisi.

“Mari dorong bersama-sama, kita cari solusi agar kita juga bisa berperan dalam energi rendah emisi, kita juga bisa mempersiapkan clean coal technology,” ucap Presiden Direktur Adaro Indonesia tersebut.

Apabila menilik dari segi struktur ekonominya, Pj Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Akmal Malik menguraikan bahwa daya dongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi Kaltim pada periode 2009-2023 didominasi dari sektor migas dan batubara.

“Dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian memberikan andil positif terbesar, yaitu sebesar 2,42%,” urainya.

Dalam konteks pelaksanaan ESG, Akmal berharap bahwa perusahaan tambang batubara di wilayah Kaltim mampu mendukung agenda diversifikasi dan transformasi ekonomi dengan mengarahkan rencana reklamasi, pasca tambang, dan program pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan kegiatan ekonomi hijau yang berkelanjutan.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Kongsinews.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Ekspres.news dan Femme.id

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 08531555778808781555778808111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Hilirisasi Nikel Indonesia Diperkuat Investasi Strategis Danantara dan GEM
Pengawasan Ketat di Weda Bay: Industri Nikel Harus Ramah Lingkungan Sekarang
Hilirisasi Tetap Jalan, Kesepakatan Dagang RI-AS Bukan Soal Ores
Royalti Tambang Aceh Sentuh Rp2 Triliun, PT Mifa Dominasi Kontribusi
Larangan Ekspor Mineral Mentah Indonesia Perkuat Rantai Pasok Industri Baterai
Hilirisasi Tembaga Jadi Prioritas di Tengah Diskon Tarif Impor AS
ESDM Tetapkan HBA Juli 2025: Koreksi Harga Batu Bara Capai USD 97,65
28 Smelter Nikel Indonesia Tutup, Tekanan Fiskal Guncang Daya Saing Global

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 10:15 WIB

Hilirisasi Nikel Indonesia Diperkuat Investasi Strategis Danantara dan GEM

Rabu, 6 Agustus 2025 - 08:54 WIB

Pengawasan Ketat di Weda Bay: Industri Nikel Harus Ramah Lingkungan Sekarang

Rabu, 30 Juli 2025 - 14:09 WIB

Hilirisasi Tetap Jalan, Kesepakatan Dagang RI-AS Bukan Soal Ores

Senin, 28 Juli 2025 - 07:15 WIB

Royalti Tambang Aceh Sentuh Rp2 Triliun, PT Mifa Dominasi Kontribusi

Jumat, 25 Juli 2025 - 08:10 WIB

Larangan Ekspor Mineral Mentah Indonesia Perkuat Rantai Pasok Industri Baterai

Rabu, 16 Juli 2025 - 13:29 WIB

Hilirisasi Tembaga Jadi Prioritas di Tengah Diskon Tarif Impor AS

Rabu, 16 Juli 2025 - 09:22 WIB

ESDM Tetapkan HBA Juli 2025: Koreksi Harga Batu Bara Capai USD 97,65

Jumat, 11 Juli 2025 - 09:57 WIB

28 Smelter Nikel Indonesia Tutup, Tekanan Fiskal Guncang Daya Saing Global

Berita Terbaru