ESDM Tetapkan HBA Juli 2025: Koreksi Harga Batu Bara Capai USD 97,65

Harga batu bara acuan periode 15–31 Juli turun USD 9,7 per ton, meski HBA I dan III naik tipis, menunjukkan pergeseran tren permintaan batu bara kalori rendah.

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 16 Juli 2025 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Dok. Esdm.go.id)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Dok. Esdm.go.id)

HARGA batu bara acuan (HBA) Indonesia untuk periode kedua Juli 2025 turun signifikan menjadi USD 97,65 per ton, terkoreksi hampir 9% dibanding periode sebelumnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga baru ini melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 244.K/MB.01/MEM.B.2025, efektif berlaku mulai 15 hingga 31 Juli 2025.

Keputusan tersebut mengakhiri tren kenaikan pada periode pertama Juli yang sempat mencatat lonjakan harga sebesar USD 8,74 per ton, memperlihatkan volatilitas tinggi pada pasar energi global.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan resminya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut bahwa penyesuaian harga ini mencerminkan kombinasi faktor global.

Meliputi perlambatan ekonomi Tiongkok, fluktuasi permintaan India, dan penguatan pasokan domestik Indonesia.

“Pasar batu bara dunia sedang mencari keseimbangan baru, permintaan batubara kalori rendah bahkan lebih stabil di tengah koreksi batubara kalori tinggi,” kata Bahlil dalam rilis pers resmi ESDM.

Harga HBA untuk batu bara 6.322 GAR ini turun dari USD 107,35 pada periode pertama Juli.

Sedangkan HBA I (5.300 GAR) justru naik menjadi USD 75,94, HBA II (4.100 GAR) turun tipis ke USD 48,35, dan HBA III (3.400 GAR) naik ke USD 36,00.

Dinamika Permintaan Global Dorong Segmen Batubara Kalori Rendah

Penurunan harga HBA utama kontras dengan kenaikan HBA I dan III, memperlihatkan bahwa permintaan global tengah bergeser ke arah batu bara kalori rendah.

Pergeseran ini sejalan dengan strategi banyak negara berkembang yang masih mengandalkan batubara sebagai sumber energi murah untuk elektrifikasi, namun dengan biaya lingkungan lebih terkendali.

India, misalnya, meningkatkan permintaan impor batu bara kalori rendah untuk menjaga pasokan listrik di tengah musim panas ekstrem.

Sementara itu, perlambatan ekonomi Tiongkok turut menekan permintaan batubara kalori tinggi untuk sektor industri, setelah perekonomian mereka tumbuh lebih lambat dari proyeksi awal.

Bagi Indonesia, tren ini menjadi peluang untuk memperkuat penetrasi pasar pada segmen kalori rendah, yang secara relatif lebih kompetitif dalam biaya produksi dan memiliki pasar yang lebih luas di Asia Selatan.

Menurut data International Energy Agency (IEA), konsumsi global batu bara pada 2024–2025 diproyeksikan stagnan, dengan kenaikan terbatas pada segmen kalori rendah, sejalan dengan target transisi energi di banyak negara.

Dampak Fluktuasi Harga Terhadap Keijakan Energi Indonesia

Fluktuasi harga batu bara juga menjadi pengingat bagi pembuat kebijakan tentang pentingnya mempercepat diversifikasi energi dan meningkatkan nilai tambah industri hilir batubara.

Harga yang bergejolak menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha pertambangan, namun juga membuka peluang bagi sektor hilirisasi untuk menstabilkan pendapatan melalui produk turunan.

Dalam konteks liberalisme ekonomi, pemerintah sebaiknya tetap mempertahankan mekanisme pasar bebas dalam menentukan harga, sembari mendorong investasi pada teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dengan terbukanya pasar baru untuk batubara kalori rendah, Indonesia juga perlu memperbaiki logistik ekspor untuk meningkatkan daya saing di pasar global, khususnya ke India, Pakistan, dan Vietnam.

“Pemerintah tetap fokus pada pasar yang ada, namun juga memanfaatkan momentum untuk mendorong hilirisasi yang bernilai tambah,” dikutip dari laman resmi ESDM.

Liberalisasi Pasar Energi Dorong Efisiensi dan Inovasi Jangka Panjang

Volatilitas harga batu bara menunjukkan pentingnya mempertahankan sistem perdagangan yang terbuka, mendorong kompetisi sehat, dan mempercepat inovasi di sektor energi.

Deregulasi yang tepat dapat mempermudah investor global untuk masuk ke proyek energi Indonesia, termasuk proyek transisi energi dan energi terbarukan.

Indonesia juga perlu melanjutkan komitmennya pada perdagangan bebas dengan menjaga akses pasar ekspor batubara tetap terbuka tanpa hambatan tarif maupun kuota yang berlebihan.

Dengan fondasi kebijakan yang mendukung liberalisasi ekonomi, Indonesia bisa memaksimalkan potensi sumber daya alam sembari mempercepat transformasi ke arah energi berkelanjutan.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Kongsinews.com dan Hilirisasinews.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Halloup.com dan Halloupdate.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatimraya.com dan Hellocianjur.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Hilirisasi Nikel Indonesia Diperkuat Investasi Strategis Danantara dan GEM
Pengawasan Ketat di Weda Bay: Industri Nikel Harus Ramah Lingkungan Sekarang
Hilirisasi Tetap Jalan, Kesepakatan Dagang RI-AS Bukan Soal Ores
Royalti Tambang Aceh Sentuh Rp2 Triliun, PT Mifa Dominasi Kontribusi
Larangan Ekspor Mineral Mentah Indonesia Perkuat Rantai Pasok Industri Baterai
Hilirisasi Tembaga Jadi Prioritas di Tengah Diskon Tarif Impor AS
28 Smelter Nikel Indonesia Tutup, Tekanan Fiskal Guncang Daya Saing Global
Strategi MDKA Perkuat Kendali Operasi Tambang Melalui Afiliasi Logistik

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 10:15 WIB

Hilirisasi Nikel Indonesia Diperkuat Investasi Strategis Danantara dan GEM

Rabu, 6 Agustus 2025 - 08:54 WIB

Pengawasan Ketat di Weda Bay: Industri Nikel Harus Ramah Lingkungan Sekarang

Rabu, 30 Juli 2025 - 14:09 WIB

Hilirisasi Tetap Jalan, Kesepakatan Dagang RI-AS Bukan Soal Ores

Senin, 28 Juli 2025 - 07:15 WIB

Royalti Tambang Aceh Sentuh Rp2 Triliun, PT Mifa Dominasi Kontribusi

Jumat, 25 Juli 2025 - 08:10 WIB

Larangan Ekspor Mineral Mentah Indonesia Perkuat Rantai Pasok Industri Baterai

Rabu, 16 Juli 2025 - 13:29 WIB

Hilirisasi Tembaga Jadi Prioritas di Tengah Diskon Tarif Impor AS

Rabu, 16 Juli 2025 - 09:22 WIB

ESDM Tetapkan HBA Juli 2025: Koreksi Harga Batu Bara Capai USD 97,65

Jumat, 11 Juli 2025 - 09:57 WIB

28 Smelter Nikel Indonesia Tutup, Tekanan Fiskal Guncang Daya Saing Global

Berita Terbaru