Pertamina Sebut Pertamax Bukan Produk Oplosan, Penambahan Zat Aditif BBM untuk Tingkatkan Performa

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 27 Februari 2025 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penambahan zat aditif pada bahan bakar minyak (BBM) Pertamax atau RON 92 bersifat untuk meningkatkan performa. (Dok. Esdm.go.id)

Penambahan zat aditif pada bahan bakar minyak (BBM) Pertamax atau RON 92 bersifat untuk meningkatkan performa. (Dok. Esdm.go.id)

JAKARTA – Penambahan zat aditif pada bahan bakar minyak (BBM) Pertamax atau RON 92 bersifat untuk meningkatkan performa.

Penambahan zat aditif pada BBM umum dilakukan untuk meningkatkan performa mesin kendaraan, baik itu bensin maupun solar.

Penambahan zat ini, bertujuan sebagai antikarat, detergensi agar mesin menjadi lebih bersih dan membuat ringan kendaraan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksana Tugas Harian (Pth) Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo nengatakan hal tersebut.

“Penambahan-penambahan aditif tersebut adalah sifatnya untuk menambah value dari performansi produk-produk tersebut.”

“Skema ini juga sama dengan badan usaha yang lain,” ujar Ega di Jakarta, Rabu (26/2/2025)

Ega mengatakan, RON 92 yang dijual oleh Pertamina telah sesuai dengan spesifikasi.

“Jadi tidak betul bahwa Pertamax ini adalah produk oplosan, karena kita tidak melakukan hal tersebut,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa terminal-terminal penyimpanan di Pertamina Patra Niga tidak memiliki fasilitas blending untuk produk gasoline.

“Yang ada adalah fasilitas penambahan aditif dan pewarna. Nah ini menjadi salah satu hal yang ingin kami konfirmasi,” ucap Ega.

Lebih lanjut, kata Ega, Pertamina Patra Niaga dan badan usaha lainnya diawasi oleh pemerintah baik secara distribusi maupun kualitas.

Selain itu, sampling dari BBM milik Pertamina Patra Niaga juga secara rutin dilakukan pemeriksaan oleh pihak independen.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu membeli BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) resmi agar terjamin kualitasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pertamina Patra Niaga menegaskan tidak ada pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari memastikan kualitas Pertamax sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah yakni RON 92.

“Produk yang masuk ke terminal BBM Pertamina merupakan produk jadi yang sesuai dengan RON masing-masing, Pertalite memiliki RON 90 dan Pertamax memiliki RON 92.”

“Spesifikasi yang disalurkan ke masyarakat dari awal penerimaan produk di terminal Pertamina telah sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujarnya.

Heppy melanjutkan perlakuan yang dilakukan di terminal utama BBM adalah proses injeksi warna (dyes) sebagai pembeda produk agar mudah dikenali masyarakat.

Selain itu, juga ada injeksi aditif, yang berfungsi untuk meningkatkan performa produk Pertamax.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Hutannews.com dan Mediaemiten.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media On24jam.com dan Kilasnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Haijateng.com dan Hariancirebon.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Investasi Migas Baru: Rp37 Miliar di Blok Perkasa, Cadangan 228 Juta Barel dan 1,3 TCF Gas
Tiga Prestasi Besar Pertamina Drilling di Ajang TOP GRC Awards 2025
Produksi Minyak PHR Zona 4 Capai 30 Ribu Barel, Tertinggi Sejak 2021
Efisiensi Batch Drilling Adera Field: Produksi Minyak 2.045 BOPD
Konsumsi BBM Non-Subsidi Naik Tajam, Pasokan SPBU Terganggu
Empat Anugerah OSH Asia 2025 Jadi Bukti Transformasi Keselamatan Pertamina
PHR Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi Alat Thorped
Investasi SDM Maritim Elnusa Jadi Fondasi Keberlanjutan Industri Energi

Berita Terkait

Jumat, 12 September 2025 - 14:21 WIB

Investasi Migas Baru: Rp37 Miliar di Blok Perkasa, Cadangan 228 Juta Barel dan 1,3 TCF Gas

Rabu, 10 September 2025 - 10:59 WIB

Tiga Prestasi Besar Pertamina Drilling di Ajang TOP GRC Awards 2025

Selasa, 9 September 2025 - 09:12 WIB

Produksi Minyak PHR Zona 4 Capai 30 Ribu Barel, Tertinggi Sejak 2021

Minggu, 7 September 2025 - 15:05 WIB

Efisiensi Batch Drilling Adera Field: Produksi Minyak 2.045 BOPD

Kamis, 4 September 2025 - 11:20 WIB

Konsumsi BBM Non-Subsidi Naik Tajam, Pasokan SPBU Terganggu

Kamis, 4 September 2025 - 07:51 WIB

Empat Anugerah OSH Asia 2025 Jadi Bukti Transformasi Keselamatan Pertamina

Senin, 1 September 2025 - 15:27 WIB

PHR Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi Alat Thorped

Senin, 1 September 2025 - 07:29 WIB

Investasi SDM Maritim Elnusa Jadi Fondasi Keberlanjutan Industri Energi

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB