Wajibkan Warga untuk Gunakan KTP Saat Pembelian LPG 3 Kg, PT Pertamina Patra Niaga Ungkap Alasannya

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 29 Mei 2024 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gas LPG 3 Kilogram. (Dok. Esdm.go.id)

Gas LPG 3 Kilogram. (Dok. Esdm.go.id)

MINERGI.COM – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan pembelian LPG 3 kilogram mulai 1 Juni 2024 wajib menggunakan KTP.

Tujuannya disebutkan untuk memastikan pemberian subsidi yang tepat sasaran.

Ssluruh agen distribusi telah melakukan pendataan terhadap konsumen yang melakukan pembelian.

Dan mencatat dalam aplikasi atau sebuah sistem yang disebut Merchant Application atau MAP.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menyampaikan hal itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

“Kami laporkan bahwa per tanggal 1 Juni nantinya, pada saat akan melakukan pembelian LPG 3 kg, itu nanti akan dipersyaratkan untuk menggunakan KTP,” ujar Riva Siahaan.

Baca konten lengkapnya di sini: Diperiksa Kejaksaan Agung Lebih dari 10 Jam, Sandra Dewi Bungkam Usai Jadi Saksi Kasus Korupsi Timah

Sebanyak 253.365 pangkalan aktif menyalurkan LPG 3 kg pada April 2024.

Dari keseluruhan pangkalan tersebut, sebesar 98,8 persen telah melakukan pencatatan minimal satu kali pada Maret 2024.

Baca konten lengkapnya di sini: Termasuk Nafa Urbach, NasDem Buka Peluang Usung Kader dari Kalangan Selebritis Maju Pilkada 2024

“Update data ini adalah update data per 30 April 2024 dan ini masih bergerak di dalam penyelesaian untuk pencatatan setiap transaksinya,” kata Riva.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Sebanyak 221.615 pangkalan atau 88 persen pangkalan, kata dia, telah melakukan pencatatan transaksi sebesar 100 persen realisasi penyaluran pada Maret 2024.

“Secara juta tabung, itu sampai 30 April, 98 persen transaksi itu sudah dicatatkan ke dalam merchant application,” ucap dia.

Dampak daripada pencatatan ini, lanjut Riva, sudah ada 41,8 juta NIK yang mendaftar di subsidi tepat LPG, di mana 85,9 persen pendaftarnya, atau sekitar 35,9 juta NIK berasal dari sektor rumah tangga.

Lebih lanjut terdapat sektor usaha mikro sebanyak 5,8 juta NIK; diikuti pengecer sebanyak 70,3 ribu NIK; nelayan sasaran sebanyak 29,6 ribu NIK; dan petani sasaran sebanyak 12,8 ribu NIK.

Riva menjelaskan bahwa jumlah konsumen rumah tangga dan usaha mikro yang melakukan transaksi masih terus bertambah selama periode Januari–April 2024.

“Untuk sektor petani sasaran dan nelayan sasaran, itu cukup stagnan,” kata Riva.***

Sedangkan untuk publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media ekonomi & bisnis lainnya, dapat menghubungi Rilisbisnis.com.

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai perkembangan dunia politik, hukum, dan nasional melalui Hello.id

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai perkembangan dunia politik, hukum, dan nasional melalui Apakabarindonesia.com

Berita Terkait

Dalam 33 Hari, Total Volume Transaksi Jakarta Fair Kemayoran 2024 Tembus Mencapai Rp7,5 Triliun
Perum Damri Ungkap Alokasi Dana PMN Rp1 Triliun, Termasuk Pengadaan Bus Listrik Senilai Rp510 Miliar
Bangun 2 Kapal Tanker LPG Raksasa, PT Pertamina International Shipping Gandeng BGN Group
Soal Penyertaan Modal Negara yang Diberikan kepada BUMN Sakit, Menteri Erick Thohir Beri Tanggapan
Mampu Bersaing di Pasar Global, PT PAL Indonesia Raih Penjualan Produk Defense Sebesar Rp3,14 Triliun
Platform Marketplace Tokopedia dan TikTok Shop Bergabung, Perusahaan Mulai Melakukan Restrukturisasi
Beberapa Rute dan Hari Tertentu, PT Garuda Indonesia Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik
Beban PT Pelindo Semakin Berat, Setiap Pelemahan Rp1.000 Mak Terjadi Penambahan Utang Sekitar Rp2,4 Triliun
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 09:25 WIB

Dalam 33 Hari, Total Volume Transaksi Jakarta Fair Kemayoran 2024 Tembus Mencapai Rp7,5 Triliun

Sabtu, 13 Juli 2024 - 09:09 WIB

Perum Damri Ungkap Alokasi Dana PMN Rp1 Triliun, Termasuk Pengadaan Bus Listrik Senilai Rp510 Miliar

Sabtu, 6 Juli 2024 - 16:02 WIB

Bangun 2 Kapal Tanker LPG Raksasa, PT Pertamina International Shipping Gandeng BGN Group

Jumat, 5 Juli 2024 - 22:06 WIB

Soal Penyertaan Modal Negara yang Diberikan kepada BUMN Sakit, Menteri Erick Thohir Beri Tanggapan

Kamis, 4 Juli 2024 - 11:16 WIB

Mampu Bersaing di Pasar Global, PT PAL Indonesia Raih Penjualan Produk Defense Sebesar Rp3,14 Triliun

Kamis, 4 Juli 2024 - 09:35 WIB

Platform Marketplace Tokopedia dan TikTok Shop Bergabung, Perusahaan Mulai Melakukan Restrukturisasi

Rabu, 3 Juli 2024 - 21:39 WIB

Beberapa Rute dan Hari Tertentu, PT Garuda Indonesia Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik

Rabu, 3 Juli 2024 - 15:40 WIB

Beban PT Pelindo Semakin Berat, Setiap Pelemahan Rp1.000 Mak Terjadi Penambahan Utang Sekitar Rp2,4 Triliun

Berita Terbaru