Tingkatkan Investasi di Sektor Energi Terbarukan, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita Dapat Dukungan

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 10 Juni 2024 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat energi yang juga Dosen Universitas Darma Persada (Unsada) Program S2 Energi Terbarukan, Riki Ibrahim. (Dok. Minergi.com/Pribadi)

Pengamat energi yang juga Dosen Universitas Darma Persada (Unsada) Program S2 Energi Terbarukan, Riki Ibrahim. (Dok. Minergi.com/Pribadi)

MINERGI.COM – Upaya Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak SANKO Energy dari Turki untuk melakukan investasi di  sektor energi terbarukan mendapat dukungan

Semakin banyaknya proyek-proyek energi terbarukan (ET) dan proyek-proyek yang rendah karbon akan mendukung percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE)

Secara jangka panjang akan membawa manufaktur di sektor ET yang sehingga akan semakin meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

Pengamat energi yang juga Dosen Universitas Darma Persada (Unsada) Program S2 Energi Terbarukan, Riki Ibrahim menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Minggu (9/6/2024).

Menurut Riki, Turki sudah maju di sektor manufaktur turbin untuk pembangkit listrik Organic Rankine Cycle (ORC) Geotermal dan teknologi pembangkit hydro and wind.

Hal itu dikarenakan pemerintah Turki mendorong relokasi pabrikan dari negara asal teknologi ke Turki dengan memberikan insentif yang menarik untuk jangka waktu 5 – 8 tahun.

Riki meihat contoh dari beberapa negara yang sukses mengundang pabrikan, menurut Riki perlu  kebijakan insentif yang mendorong masuknya investasi.

Sayangnya penerapan TKDN di Indonesia masih berjalan lambat karena sinergi kebijakan antar kementerian belum maksimal.

Kementerian ESDM, BUMN dan Keuangan sebenarnya bisa bersinergi lebih optimal dalam menumbuhkan investasi di sektor energi terbarukan di Indonesia.

Riki mengharapkan Menperin  mempercepat koordinasi dengan Kementerian lainnya agar harga barang TKDN harus lebih murah dibandingkn barang impor

Riki yang juga mantan Dirut PT. GeoDipa Energi (Persero), periode 2016-2022, mengusulkan sejumlah insentif  yang diyakininya bisa menarik investor di sektor energi terbarukan, yaitu:

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

1. Membebaskan bea impor bahan baku untuk fabrikasi barang didalam negeri

2. Mengurangi atau membebaskan pajak pertambahan nilai (barang impor bebas VAT, barang buatan dalam negeri, tidak malah dikenakan VAT (Value Added Tax) oleh Kementerian Keuangan

3. Membebaskan bea pajak selama 5-8 tahun pertama untuk pabrik-pabrik pembuat barang TKDN

4. Kementerian Perindustrian ikut mempromosikan barang-barang yang sudah dapat dibuat di dalam negeri

5. Memberi disinsentif untuk barang-barang impor yang sudah dapat dibuat di dalam negeri, dengan mengenakan bea masuk dan VAT yang tinggi

6. Membantu koordinasinya dalam menyiapkan atau menyewakan lahan untuk lokasi pabrik pembuat barang di dalam negeri

Riki Ibrahim percaya Menperin Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita akan mempercepat peningkatan TKDN untuk sektor energi terbarukan Indonesia.***

Berita Terkait

Guna Kurangi Limbah Industri. PT Semen Baturaja Manfaatkan Alternative Fuel & Raw Material (AFR)
Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri Tegaskan Pertamax dan Produk Lainnya Penuhi Standar dan Spesifikasi
PT Geo Dipa Energi (Persero) Catatkan Pendapatan Sebesar Rp1,16 Triliun, Lebih Besar dari RKAP
Kementerian Perdagangan Cek Ketersediaan Minyak Kelapa Sawit Terkait Implementasi Biodiesel 40 Persen
Retno Marsudi Tanggapi Penunjukan Dirinya Sebagai Direktur Non Eksekutif Perusahaan Energi Gurīn Energy
Lewat PT Energi Kinan Internasional, Hanasta Power Akhirnya Siap Lanjutkan Proyek PLTP Galunggung
Targetkan Indonesia Jadi Penentu Harga Sawit Dunia, Wamentan Sudaryono: B50 Jadi Alat Bargaining Kita
Pengolahan Lebih Lanjut dari Limbah Kelapa Sawit, PT PGN Tbk Fokus untuk Kembangkan Biometana
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 8 Maret 2025 - 09:56 WIB

Guna Kurangi Limbah Industri. PT Semen Baturaja Manfaatkan Alternative Fuel & Raw Material (AFR)

Kamis, 27 Februari 2025 - 13:32 WIB

Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri Tegaskan Pertamax dan Produk Lainnya Penuhi Standar dan Spesifikasi

Kamis, 27 Februari 2025 - 08:34 WIB

PT Geo Dipa Energi (Persero) Catatkan Pendapatan Sebesar Rp1,16 Triliun, Lebih Besar dari RKAP

Sabtu, 4 Januari 2025 - 14:06 WIB

Kementerian Perdagangan Cek Ketersediaan Minyak Kelapa Sawit Terkait Implementasi Biodiesel 40 Persen

Sabtu, 23 November 2024 - 13:19 WIB

Retno Marsudi Tanggapi Penunjukan Dirinya Sebagai Direktur Non Eksekutif Perusahaan Energi Gurīn Energy

Selasa, 12 November 2024 - 17:59 WIB

Lewat PT Energi Kinan Internasional, Hanasta Power Akhirnya Siap Lanjutkan Proyek PLTP Galunggung

Jumat, 8 November 2024 - 13:34 WIB

Targetkan Indonesia Jadi Penentu Harga Sawit Dunia, Wamentan Sudaryono: B50 Jadi Alat Bargaining Kita

Senin, 9 September 2024 - 13:36 WIB

Pengolahan Lebih Lanjut dari Limbah Kelapa Sawit, PT PGN Tbk Fokus untuk Kembangkan Biometana

Berita Terbaru