MINERGI.COM – Upaya Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak SANKO Energy dari Turki untuk melakukan investasi di sektor energi terbarukan mendapat dukungan
Semakin banyaknya proyek-proyek energi terbarukan (ET) dan proyek-proyek yang rendah karbon akan mendukung percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE)
Secara jangka panjang akan membawa manufaktur di sektor ET yang sehingga akan semakin meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).
Pengamat energi yang juga Dosen Universitas Darma Persada (Unsada) Program S2 Energi Terbarukan, Riki Ibrahim menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Minggu (9/6/2024).
Baca Juga:
Ini Ancaman yang Disampaikan Amerika Serikat kepada Negara-negara yang Terdampak Tarif Impor Baru
Media Ekonomi dan Bisnis Siap Mempublikasikan Aksi Korporasi dan Kegiatann Seremoni Anda!
Alangkah indahnya jika di hari ini kita saling mengikhlaskan hati untuk saling memaafkan
Menurut Riki, Turki sudah maju di sektor manufaktur turbin untuk pembangkit listrik Organic Rankine Cycle (ORC) Geotermal dan teknologi pembangkit hydro and wind.
Hal itu dikarenakan pemerintah Turki mendorong relokasi pabrikan dari negara asal teknologi ke Turki dengan memberikan insentif yang menarik untuk jangka waktu 5 – 8 tahun.
Riki meihat contoh dari beberapa negara yang sukses mengundang pabrikan, menurut Riki perlu kebijakan insentif yang mendorong masuknya investasi.
Sayangnya penerapan TKDN di Indonesia masih berjalan lambat karena sinergi kebijakan antar kementerian belum maksimal.
Baca Juga:
Airlangga Hartarto Angkat Bicara Soal Fundamental Ekonomi Indonesia dan Pergerakan Fluktuasi Rupiah
Pulau Jawa Ternyata Merupakan Produsen Sekaligus Konsumen Jejak Emisi Terbesar di Indonesia
Kementerian ESDM, BUMN dan Keuangan sebenarnya bisa bersinergi lebih optimal dalam menumbuhkan investasi di sektor energi terbarukan di Indonesia.
Riki mengharapkan Menperin mempercepat koordinasi dengan Kementerian lainnya agar harga barang TKDN harus lebih murah dibandingkn barang impor
Riki yang juga mantan Dirut PT. GeoDipa Energi (Persero), periode 2016-2022, mengusulkan sejumlah insentif yang diyakininya bisa menarik investor di sektor energi terbarukan, yaitu:
1. Membebaskan bea impor bahan baku untuk fabrikasi barang didalam negeri
Baca Juga:
Beri Arahan BUMN dan Danantara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Tanggapi Pelemahan IHSG
2. Mengurangi atau membebaskan pajak pertambahan nilai (barang impor bebas VAT, barang buatan dalam negeri, tidak malah dikenakan VAT (Value Added Tax) oleh Kementerian Keuangan
3. Membebaskan bea pajak selama 5-8 tahun pertama untuk pabrik-pabrik pembuat barang TKDN
4. Kementerian Perindustrian ikut mempromosikan barang-barang yang sudah dapat dibuat di dalam negeri
5. Memberi disinsentif untuk barang-barang impor yang sudah dapat dibuat di dalam negeri, dengan mengenakan bea masuk dan VAT yang tinggi
6. Membantu koordinasinya dalam menyiapkan atau menyewakan lahan untuk lokasi pabrik pembuat barang di dalam negeri
Riki Ibrahim percaya Menperin Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita akan mempercepat peningkatan TKDN untuk sektor energi terbarukan Indonesia.***