Peneliti BRIN Sebut Potensi Panas Bumi di Indonesia Baru Dimanfaatkan 10 Persen dari Total Potensi 24 GW

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti dari Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) Dr. Ir. Arief Surachman, M.M. (Dok. Unsada)

Peneliti dari Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) Dr. Ir. Arief Surachman, M.M. (Dok. Unsada)

MINERGI.COM – Potensi panas bumi di Indonesia untuk sementara ini diperhitungkan sebesar sekitar 24 GW, namun saat ini telah dimanfaatkan sekitar 10%.

Dengan demikian peluang untuk menggarap Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) masih terbuka lebar.

Peneliti dari Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) Dr. Ir. Arief Surachman, M.M., Sabtu, 8 Juni 2024.

Arief menjadi pembicara tamu dalanwebinar terkait dengan Panasbumi yang diselenggarakan oleh Program Studi S2 Energi Terbarukan, Universitas Darma Persada (Unsada)

Menurut Arif, pnasbumi memiliki lokasi sumber-sumber yang tersebar dan tentunya dapat didekatkan melalui pendekatan perluasan jaringan listrik.

“Teknologi yang dimanfaatkan pada dasarnya ada 3 macam, tergantung dari kualitas panasbumi itu sendiri,” katanya.

Ada yang dimanfaatkan secara langsung, ada yang perlu menggunakan pemindah panas, atau menggunakan sistem Organic Rankine Cycle (ORC).

Ke-tiga sistem ini pada umumnya sering kali digunakan di Indonesia

Mengenai permasalahan yang pada umumnya muncul dalam pengoperasiannya adalah terjadinya scaling.

Scaling ini terbentuk di PLTP, yaitu perubahan fisik dalam variabel proses seperti pH, suhu dan konsentrasi io.

Sehingga dapat  menyebabkan banyaknya mineral melebihi batas kelarutan termodinamikanya.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya kerak mineral pada kolom dan atau pipa, sehingga mengurangi aliran dan pertukaran panas.

Scaling yang terjadi pada suatu PLTP bisa saja sama atau berbeda dengan PLTP lain.

Sebelumnya, Dr. Ir. As Natio Lasman dari Pascasarjana Unsada dan menyampaikan bahwa Panas bumi telah diperhitungkan untuk turut mendukung dalam pencapaian target Net Zero Emissio (NZE).

Menurutnya, untuk mencapai NZE pada tahun 2060 atau lebih cepat lagi, maka pengembangan pemanfaatan energi baru dan terbarukan menjadi sangat penting.

“Salah satunya lewat panas bumi,” kata As Natio yang juga anggota Dewan Energi Nasional periode III (tahun 2021 – 2025)

Sementara itu Kaprodi Teknik Energi Terbarukan, Dr.Eng. Aep Saepul Uyun, menyampaikan bahwa penyiapan SDM yang bergerak dalam bidang Energi Terbarukan menjadi penting karenanya.

Untuk itu, Universitas Darma Persada telah 13 tahun membuka program studi ini, guna menyongsong pengembangan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Hingga saat ini kuliah dilakukan secara hybrid guna mengakomodasi para mahasiswa S2 yang telah bekerja.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Harianinvestor.com  dan Haibisnis.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Kontenberita.com dan Harianbanten.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 08781555778808111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Kepala Perwakilan JICA Jakarta Ms.Takeda Sachiko Kunjungi Universitas Darma Persada (USADA)
Standarisasi di Sektor Industri Energi Harus Terukur agar Dapat Dimengerti dan Jadi Pedoman bagi Semua Pihak
Mantan Direktur Utama Riki Ibrahim Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke 22 untuk PT Geo Dipa Energi (Persero)
Kemenkeu Minta PT Geo Dipa Energi agar Optimalkan Pemanfaatan Potensi Panas Bumi di Tanah Air
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Gaet Elnusa, PertaMC dan PGAS Solution, Wujudkan Transisi Energi Bersih
Target 6 GW Tahun 2029, Pertamina New & Renewable Energy Naikkan Sebanyak 8 Kali Lipat Investasi
Pertamina Investor Day 2024, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Tegaskan Komitmen Keberlanjutan
Pertamina Berhasil Jalankan Program Unlock Value dengan Manfaatkan Momentum Pertumbuhan Dunia Usaha
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 06:30 WIB

Kepala Perwakilan JICA Jakarta Ms.Takeda Sachiko Kunjungi Universitas Darma Persada (USADA)

Senin, 15 Juli 2024 - 15:20 WIB

Standarisasi di Sektor Industri Energi Harus Terukur agar Dapat Dimengerti dan Jadi Pedoman bagi Semua Pihak

Senin, 8 Juli 2024 - 13:08 WIB

Mantan Direktur Utama Riki Ibrahim Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke 22 untuk PT Geo Dipa Energi (Persero)

Senin, 8 Juli 2024 - 07:11 WIB

Kemenkeu Minta PT Geo Dipa Energi agar Optimalkan Pemanfaatan Potensi Panas Bumi di Tanah Air

Sabtu, 29 Juni 2024 - 07:58 WIB

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Gaet Elnusa, PertaMC dan PGAS Solution, Wujudkan Transisi Energi Bersih

Kamis, 27 Juni 2024 - 08:45 WIB

Target 6 GW Tahun 2029, Pertamina New & Renewable Energy Naikkan Sebanyak 8 Kali Lipat Investasi

Sabtu, 22 Juni 2024 - 08:00 WIB

Pertamina Investor Day 2024, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Tegaskan Komitmen Keberlanjutan

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:22 WIB

Pertamina Berhasil Jalankan Program Unlock Value dengan Manfaatkan Momentum Pertumbuhan Dunia Usaha

Berita Terbaru