MINERGI.COM – Indonesia mengundang perusahaan besar asal Turki yakni SANKO Holding untuk.melakukan investasi.
Dalam memperluas cakupan bisnisnya ke sektor energi terbarukan di Indonesia, dan makanan dan minuman.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan hal itu di Jakarta, Minggu (8/6//2024).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pihak SANKO menyambut baik tawaran tersebut dan akan membicarakan hal ini lebih lanjut,” kata Agus.
Dalam hal perluasan investasi ke sektor energi, Agus Gumiwang mengundang anak perusahaan SANKO.
Yakni SANKO Energy untuk berinvestasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang saat ini memiliki tingkat utilisasi rendah.
SANKO Energy saat ini telah memiliki sejumlah pembangkit listrik dari hydroelectric, angin dan panas bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.000 megawatt (MW).
Baca Juga:
Satu Dekade Kolaborasi Global: ISSCAD di PKU Rayakan Hari Jadi Ke-10
HUAWEI WATCH FIT 5 Series: Hadirkan Sentuhan Elegan dalam Teknologi Wearable
“Terdapat sekitar 69 bendungan di Indonesia yang belum termanfaatkan secara optimal.”
“Sehingga menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan SANKO Holding untuk mengembangkan lini energinya di Indonesia,” katanya.
Menurut dia, pembahasan mengenai perluasan cakupan bisnis ini dilakukan saat dirinya bertemu dengan pengusaha Turki saat kunjungan kerjanya pada 4-5 Juni 2024.
Disampaikannya ajakan untuk memperluas bisnis ke sektor makanan, yakni dengan melakukan investasi ke industri pengolahan tuna dan galangan kapal.
Baca Juga:
Hal ini mengingat SANKO akan mengembangkan budi daya tuna di Biak, Papua, serta membuat kapal pengolah tuna di Indonesia.
Sebagai informasi SANKO Holding merupakan perusahaan manufaktur terbesar di Turki yang dikenal secara global sebagai penghasil tekstil, serta produsen energi terbarukan.
Korporasi tersebut mempekerjakan 14.000 tenaga kerja yang beroperasi di 11 sektor berbeda, serta mengekspor produknya ke lebih 100 negara.
Adapun sektor unggulan dari SANKO meliputi industri tekstil, pengemasan, energi, konstruksi, semen dan bangunan, serta real estate.****









