Inilah 5 Sinyal Sebagai Peringatan Terhadap Situasi dan Kondisi Perekonomian Indonesia pada Akhir 2024

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 4 Oktober 2024 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perekonomian Indonesia. (Dok. Indonesia.go.id)

Ilustrasi perekonomian Indonesia. (Dok. Indonesia.go.id)

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Pakar ekonomi dari Universitas Pembangunan Negeri Veteran Jakarta.

MINERGI.COM Menghadapi akhir tahun 2024, ekonomi Indonesia menunjukkan berbagai sinyal peringatan yang tidak dapat diabaikan.

Fenomena ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menganalisis indikator-indikator utama seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat PHK, dan deflasi dapat membantu kita.

Untuk memahami tantangan yang ada serta merumuskan strategi mitigasi yang efektif.

Artikel ini merinci lima sinyal peringatan utama perekonomian Indonesia dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasinya.

1. Lonjakan PHK: Ancaman Deindustrialisasi

Lonjakan PHK menjadi sorotan utama di tengah melemahnya sektor manufaktur Indonesia.

Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 52.933 pekerja terkena PHK hingga akhir September 2024, dengan provinsi Jawa Tengah mencatat jumlah tertinggi.

Sektor manufaktur, yang pernah menjadi tulang punggung perekonomian, kini berada di bawah tekanan besar.

Akibat tingginya harga barang impor yang lebih kompetitif dan menurunnya permintaan domestik.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, seperti diulas Kontan mengungkapkan bahwa fenomena ini mengindikasikan deindustrialisasi.

Di mana peran industri dalam perekonomian menurun drastis. Ini adalah sebuah lampu kuning bagi pemerintah untuk segera bertindak dengan memperbaiki iklim usaha yang sudah lama diabaikan.

Misalnya dengan memperbaiki regulasi perpajakan, logistik, dan menurunkan suku bunga kredit.

Langkah yang bisa diambil termasuk dialog terbuka antara pemerintah dengan pelaku industri.

Juga membandingkan kebijakan industri dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia, dan merombak kebijakan yang saat ini menghambat pertumbuhan industri lokal.

Pentingnya inovasi dan diversifikasi produk juga tidak bisa diabaikan untuk meningkatkan daya saing dan menurunkan ketergantungan pada produk impor.

2. Deflasi Beruntun: Hantaman di Sektor Riil

Deflasi selama lima bulan berturut-turut menjadi ancaman nyata bagi sektor riil.

Pakar ekonomi dari Universitas Pembangunan Negeri Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengungkapkan pada Bloomberg Technoz bahwa deflasi ini terkait erat dengan melemahnya daya beli masyarakat dan penurunan permintaan barang dan jasa.

Akibatnya, PHK menjadi langkah efisiensi yang diambil banyak perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan penurunan omzet.

Situasi ini menciptakan lingkaran setan di mana konsumsi yang semakin lemah menambah tekanan pada sektor usaha kecil dan menengah.

Dengan menurunnya margin keuntungan pada bisnis skala kecil dan menengah, dunia usaha berisiko untuk gulung tikar jika tidak mendapatkan bantuan.

Untuk meredam efek ini, pemerintah diharapkan memperluas program Bantuan Langsung Tunai serta padat karya guna meningkatkan daya beli masyarakat miskin dan rentan.

Di sisi kebijakan, penurunan suku bunga dan dorongan investasi di sektor strategis seperti infrastruktur dan energi terbarukan dapat memicu pertumbuhan.

Pemerintah juga dapat mengeluarkan insentif pajak bagi industri UKM dan manufaktur untuk menjaga yang paling terdampak agar tetap operasional dan bisa meningkatkan produksi di tengah permintaan yang melemah.

3. Kelesuan Ekonomi dan Turunnya Kelas Menengah

Sepanjang masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, pertumbuhan ekonomi rata-rata hanya mencapai 4,23%, yang diiringi dengan inflasi rendah pada sekitar 3,50%.

Sementara inflasi rendah memang dapat menjaga daya beli masyarakat, hal itu juga mengindikasikan tingkat pengangguran yang tinggi dan produktivitas ekonomi yang lemah.

Rendahnya penyerapan tenaga kerja menjadi tantangan bagi kualitas pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih banyak menciptakan lapangan pekerjaan.

Rendahnya inflasi sering dianggap sebagai tanda positif, tetapi tanpa adanya peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja yang signifikan, ini justru bisa menandakan kelesuan ekonomi jangka panjang.

Perekonomian memerlukan strategi menyeluruh yang tidak hanya mempertahankan harga yang stabil.

Tetapi juga memperkuat fondasi produktivitas dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan investasi.

Selain itu, dalam lima tahun terakhir, perubahan struktur ekonomi di Indonesia menunjukkan fenomena yang memprihatinkan: sebanyak 22,2 juta penduduk mengalami penurunan kelas ekonomi.

Dari jumlah tersebut, 9,48 juta orang yang sebelumnya tergolong kelas menengah harus turun menjadi kelompok calon kelas menengah.

Sementara 12,72 juta lainnya yang sebelumnya dikategorikan calon kelas menengah kini jatuh ke dalam kelompok rentan miskin.

4. Manufaktur dalam Kontraksi: Pemulihan yang Terus Tertunda

Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk manufaktur Indonesia tetap berada di bawah ambang batas 50 sepanjang tiga bulan terakhir, yang menandakan sektor ini masih dalam kontraksi.

Sektor manufaktur yang lemah tidak hanya menandakan penurunan domestik tetapi juga mencerminkan lesunya permintaan ekspor.

Penurunan produksi, lemahnya permintaan dan pesanan baru, menandakan masalah mendalam yang perlu diatasi.

5. Konsumsi Masyarakat yang Defensif: Daya Beli Tertekan

Konsumsi masih menjadi komponen utama dari ekonomi Indonesia, namun data terbaru menunjukkan konsumsi masyarakat semakin defensif.

Sektor ritel menunjukkan pertumbuhan yang lambat, dan beberapa kategori produk mengalami penurunan.

Masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran, terutama untuk produk yang bersifat non-esensial.

Penjualan barang tahan lama menurun, sementara banyak kelompok pendapatan mulai “makan tabungan” untuk bertahan dalam situasi ekonomi yang sulit.

Penjualan otomotif sebagai indikator daya beli mencerminkan penurunan serupa.

Lembaga Penjamin Simpanan juga melaporkan pertumbuhan tabungan yang melambat, menandakan masyarakat semakin terdesak.

Menurunnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di bank menambah kekhawatiran.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisidn.com dan Mediaemiten.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Apakabarnews.com dan Cantik24jam.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

Integrasi Jaringan PR Newswire – PSPI Tingkatkan Efisiensi Distribusi Pers Rilis Klien ke Media Indonesia
Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining
Prospek IHSG Tetap Positif, Target 12 Bulan ke Depan 8.281
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern
BUMI Resources Tbk Catat Kinerja Menurun, Investor Asing Masih Melihat Potensi Jangka Panjang
Danantara Jembatani Sinergi PGE dan PLN, Dorong 19 Proyek Energi Panas Bumi
Energi dari Amerika: Manuver Baru Indonesia untuk Kuasai Jalur Pasok Global
Steve Forbes Undang Prabowo Jadi Keynote Speaker CEO Global Conference

Berita Terkait

Jumat, 21 November 2025 - 09:45 WIB

Integrasi Jaringan PR Newswire – PSPI Tingkatkan Efisiensi Distribusi Pers Rilis Klien ke Media Indonesia

Senin, 22 September 2025 - 16:04 WIB

Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining

Sabtu, 13 September 2025 - 12:23 WIB

Prospek IHSG Tetap Positif, Target 12 Bulan ke Depan 8.281

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:18 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:49 WIB

BUMI Resources Tbk Catat Kinerja Menurun, Investor Asing Masih Melihat Potensi Jangka Panjang

Rabu, 6 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Danantara Jembatani Sinergi PGE dan PLN, Dorong 19 Proyek Energi Panas Bumi

Selasa, 29 Juli 2025 - 07:43 WIB

Energi dari Amerika: Manuver Baru Indonesia untuk Kuasai Jalur Pasok Global

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:07 WIB

Steve Forbes Undang Prabowo Jadi Keynote Speaker CEO Global Conference

Berita Terbaru