Strategi Baru HRUM Kuasai Ekosistem Nikel, Saham Masuk Radar Dana Asing

Dengan ekspor nikel limonit dan saprolit, Harum Energy mengamankan margin dan memperkuat kendali hulu-hilir bisnis logam dasar.

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 4 Agustus 2025 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lonjakan penjualan nikel Harum Energy perkuat posisi sebagai emiten tambang nikel papan atas BEI. (Dok. harumenergy.com)

Lonjakan penjualan nikel Harum Energy perkuat posisi sebagai emiten tambang nikel papan atas BEI. (Dok. harumenergy.com)

PT HARUM Energy Tbk (HRUM) mencuri perhatian pelaku pasar pada awal Agustus 2025 setelah sinyal kuat aksi korporasi anak usahanya, PT Position, beredar luas di kalangan investor institusi dan fund manager Singapura.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa HRUM tengah memfinalisasi kesepakatan penjualan ekspor bijih nikel saprolit dan limonit langsung ke industri pengolahan baterai kendaraan listrik di Tiongkok dan Korea Selatan mulai kuartal III-2025.

Langkah ini dinilai sebagai pivot strategis HRUM untuk mengurangi ketergantungan pada smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang memiliki biaya konversi tinggi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekaligus membuka jalur pendapatan baru berbasis ekspor langsung bahan mentah bernilai tinggi.

Rumor tersebut langsung mendorong akumulasi saham HRUM oleh investor asing sejak pekan terakhir Juli 2025, dengan data RTI Business menunjukkan net buy asing mencapai Rp82 miliar dalam 5 hari perdagangan.

Selain itu, langkah tersebut disebut-sebut bagian dari strategi jangka pendek HRUM untuk mengamankan margin EBITDA di atas 25%, meski harga nikel global sempat terkoreksi hingga menyentuh US$12.000 per ton di bulan Juni 2025.

“Kami menyambut baik diversifikasi penjualan nikel HRUM, karena ini menunjukkan fleksibilitas operasional di tengah fluktuasi harga,” ungkap Miftahul Huda, Analis Komoditas Senior di Macquarie Indonesia, dikutip dari Macquarie.com (3/8/2025).

Kinerja Laba Meledak, Investor Antri Masuk Saham Nikel Berkualitas Premium

Lompatan kinerja kuartal II-2025 membuat Harum Energy resmi melampaui ekspektasi analis, dengan laba bersih mencapai US$24 juta, melonjak 334% dibanding kuartal sebelumnya.

Secara semesteran, laba bersih HRUM mencapai US$30 juta, melampaui 143% estimasi Macquarie untuk 2025 penuh dan 105% konsensus Bloomberg.

Penjualan nikel HRUM juga melonjak 33% menjadi 18.500 ton di kuartal II-2025, sementara volume semester I tembus 33.400 ton atau tumbuh 49% secara tahunan.

Meski harga rata-rata nikel global turun 6% secara kuartalan menjadi US$12.350 per ton, biaya tunai nickel pig iron (NPI) HRUM tetap stabil di level US$11.343 per ton, menghasilkan margin rata-rata US$1.007 per ton.

Analis memperkirakan margin operasional HRUM akan membaik lebih lanjut mulai kuartal III-2025 berkat produksi bijih saprolit dan limonit oleh PT Position yang mencapai 460.000 ton semester I.

“Saham HRUM akan menjadi magnet rotasi portofolio saat indeks IDX-ESG mulai menunjukkan recovery,” ujar Reza Priyambada, analis pasar modal di Infovesta Utama, Sabtu (3/8/2025).

Di Balik Konsolidasi Anak Usaha, Ada Ambisi Kendalikan Ekosistem Nikel dari Hulu ke Hilir

Langkah HRUM memperluas lini produksi dan penjualan bijih nikel melalui PT Position sejatinya bukan kebetulan, melainkan bagian dari roadmap jangka menengah perusahaan untuk menjadi pemain dominan dalam ekosistem rantai pasok nikel kelas menengah.

PT Position merupakan anak usaha HRUM yang dikendalikan sepenuhnya melalui kepemilikan saham tidak langsung, dan saat ini berfokus pada eksplorasi, penambangan, hingga pengolahan nikel limonit di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Dengan mulai dijualnya bijih limonit dan saprolit ke smelter pihak ketiga di dalam dan luar negeri, HRUM dinilai sedang menyusun strategi upstream-to-downstream control untuk mengamankan biaya produksi sekaligus diversifikasi arus kas.

Ekspansi HRUM ke limonit juga dinilai visioner karena bijih ini memiliki kandungan besi tinggi yang cocok untuk proyek-proyek industri bahan baku baterai lithium ferro phosphate (LFP) di Tiongkok dan Vietnam.

“Limonit akan menjadi komoditas strategis dalam transisi energi global,” jelas Zulkifli Hasan, Ketua Umum Asosiasi Nikel Indonesia (ANI), dalam seminar nikel nasional di Jakarta, Kamis (1/8/2025).

Selain PT Position, HRUM juga mengendalikan PT Tanito Harum Nickel yang mengoperasikan smelter RKEF dan fasilitas peleburan dengan kapasitas 20.000 ton NPI per tahun di Maluku Utara.

Anatomi Bisnis Harum Energy: Dari Batubara Kalimantan Hingga Nikel Energi Hijau

PT Harum Energy Tbk (HRUM) didirikan pada 12 Oktober 1995 dengan nama awal PT Asia Antrasit.

Emiten ini mulai beroperasi secara komersial di bidang pertambangan batubara melalui anak usahanya di Kalimantan Timur.

Saham HRUM pertama kali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Oktober 2010 dengan kode HRUM, dan sejak 2021 aktif melakukan diversifikasi ke sektor pertambangan nikel, logam dasar, dan energi baru terbarukan.

Perusahaan ini dimiliki dan dikendalikan oleh keluarga Suryanegara melalui PT Karunia Bara Perkasa yang menguasai lebih dari 71% saham HRUM.

Dalam laporan keuangan semester I-2025, HRUM mencatat total pendapatan sebesar US$140 juta, naik 42% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Total aset perusahaan mencapai US$590 juta, dengan kas dan setara kas sebesar US$108 juta serta ekuitas sebesar US$390 juta.

Selain sektor nikel, HRUM juga mulai menggarap proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui anak usaha baru di bawah payung PT Harum Green Energy.

“HRUM sedang membentuk ekosistem energi terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk infrastruktur logistik mandiri,” ungkap Direktur Utama HRUM, Ray A. Gunara, dalam Public Expose 2025.

Top 15 Pemegang Saham HRUM per 30 Juni 2025 (Sumber: RTI, IDX, Harumenergy.com)

1. PT Karunia Bara Perkasa – 71,06%
2. UOB Kay Hian Pte Ltd (Singapore) – 3,58%
3. BNI Asset Management – Reksa Dana Syariah – 2,13%
4. PT Prudential Life Assurance – 1,81%
5. Morgan Stanley & Co International PLC – 1,62%

6. PT Harum Global Resources (affiliated) – 1,55%
7. Schroder Investment Management Indonesia – 1,44%
8. MNC Asset Management – 1,32%
9. BlackRock Fund Advisors – 1,24%
10. Dimensional Fund Advisors LP – 0,99%

11. Mandiri Manajemen Investasi – RD Mandiri Investa Atraktif – 0,88%
12. Citibank Singapore – Custodian Client – 0,74%
13. Aviva Investors Global Services Ltd – 0,65%
14. Indo Premier Investment Management – 0,53%
15. JP Morgan Asset Management (Asia) – 0,51%.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahbisnis.com dan Belanjaoke.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Delapannews.com dan Apakabarindonesia.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Heijakarta.com dan Hallopapua.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Bengkel Kapal PHE OSES Bangun Kemandirian Nelayan Pulau Sabira
Strategi Emiten Jaga Kredibilitas Lewat Publikasi Corporate Action
Pertamina Hulu Sanga Sanga Bekali Pemuda Muara Badak Ilir Sertifikasi Rigger
Laba Ambles, Rights Issue Mengintai, OKAS Tarik Minat Investor Asing
Transaksi Munawir ALII Hingga Ekspansi Armada: Momentum Pertumbuhan ALII
Timah Indonesia Bersinar, TINS Siap Dominasi Ekspor Asia & Eropa
PHM Raih Emas ISRA 2025 Berkat Program Konservasi Pesut Mahakam
Program Ketinting & Buset, PEP Bunyu- PHENC Cegah Stunting Pulau Perbatasan

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:43 WIB

Bengkel Kapal PHE OSES Bangun Kemandirian Nelayan Pulau Sabira

Senin, 18 Agustus 2025 - 08:46 WIB

Strategi Emiten Jaga Kredibilitas Lewat Publikasi Corporate Action

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:27 WIB

Pertamina Hulu Sanga Sanga Bekali Pemuda Muara Badak Ilir Sertifikasi Rigger

Senin, 4 Agustus 2025 - 08:44 WIB

Strategi Baru HRUM Kuasai Ekosistem Nikel, Saham Masuk Radar Dana Asing

Sabtu, 26 Juli 2025 - 19:08 WIB

Laba Ambles, Rights Issue Mengintai, OKAS Tarik Minat Investor Asing

Sabtu, 26 Juli 2025 - 06:33 WIB

Transaksi Munawir ALII Hingga Ekspansi Armada: Momentum Pertumbuhan ALII

Kamis, 24 Juli 2025 - 11:30 WIB

Timah Indonesia Bersinar, TINS Siap Dominasi Ekspor Asia & Eropa

Selasa, 22 Juli 2025 - 10:18 WIB

PHM Raih Emas ISRA 2025 Berkat Program Konservasi Pesut Mahakam

Berita Terbaru