Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI).
MINERGI.COM – Masalahnya mengapa diisi 2,2 kg padahal subsidi yang ditagih ke pemerintah 3 kg.
Ini korupsi besar sektor energi dalam dekade ini. Bayangkan saja setiap 1 kg LPG disubsidi Rp. 1475 rupiah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini dihitung dari subsidi LPG Tahun 2023 senilai Rp. 118 triliun untuk penyediaan LPG sebanyak 8 miliar kg.
Dengan demikian maka telah terjadi korupai sebesar 27 persen dari nilai subsidi 118 triliun tersebut atau senilai 34 triliun rupiah uang negara.
Yang seharusnya sampai ke rakyat tetapi nyangkut di tangan bandar LPG.
Baca artikel lainnya di sini : Kejaksaan Agung Periksa 3 Orang Saksi dalam Kasus Korupsi Impor Gula PT Sumber Mutiara Indah Perdana
Baca Juga:
Hisense Luncurkan Materi Iklan Piala Dunia FIFA 2026™, Dekatkan Penggemar Lewat Inovasi Teknologi
Kasus dari yang menyeruak dari temuan Mendag Zulkifli Hasan ini harusnya diusut secara tuntas dimana sebenarnya terjadi pengirangan isi tabung LPG tersebut.
Karena kasusnya terjadi di kota besar Jakarta dan sekitarnya, bagaimana dengan di daerah daerah yang jauh dari pengawasan?
Baca artikel lainnya di sini : Soal Aliran Dana SYL untuk Anggota DPR Indira Chunda Thita yang Juga Anak SYL, Begini Respons NasDem
LPG tabung 3 kg bisa lebih banyak berkurangnya. Hasil temuan menteri diberitakan bahwa tanung LPG 3 kg hanya diisi 2,2-2,8 kg.
Baca Juga:
Pameran Kanton ke-139 mencetak rekor baru dalam jumlah kehadiran pembeli luar negeri
Hisense Luncurkan XR10: Proyektor Premium yang Hadirkan Pengalaman Sinematik di Rumah
Subsidi LPG adalah subsidi yang paling besar dibandingkan semua jenis BBM dan juga energi lainnya.
Pemerintah tidak mau mengganggu subsidi ini karena menyangkut dapur ngebul atau tidak.
Tapi nyatanya ada pengganggu lain. Mau cari untung besar dengan mengurangi timbangan.
Lalu bagaimana hajat hidup orang banyak ini masih saja di sunat oleh pedagang LPG?
Bagaimana bisa ini terjadi di kota besar yang pengawasannya harusnya lebih baik.
Bagaimana kondisi LPG di desa desa. Jangan jangan 3 kg hanya diisi separuhnya.
Baca Juga:
“Now Is Your Spark”: Huawei Dukung Pengguna Kendalikan Hidup dengan Teknologi untuk Seluruh Skenario
USANA Adakan Spa & Wellness Retreat Inspiratif Untuk Mendukung Perempuan di Asia Pasifik
Mengingat marjinnya makin kecil karena terpotong ongkos transportasi.
Perhatian serius Mendag terhadap masalah ini harus diapresiasi. Selanjutnya aparat penegak hukum mesti memindaklujuti dengan segera.
Karena masalah ini telah menimbulkan kerugian negara dan masyarakat.
Selain itu masalah ini bisa menimbulkan keresahan dan kekacauan yang meluas.***
Sempatkan juga untuk membaca berbagai berita dan informasi lainnya di media online Mediaemiten.com dan Pangannews.com
Sedangkan untuk publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media ekonomi & bisnis lainnya, dapat menghubungi Rilisbisnis.com.
WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.
Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai perkembangan dunia politik, hukum, dan nasional melalui Hello.id













