MINERGI.COM — Pihak berwenang mengatakan empat pekerja Yaman tewas pada Jumat (26/4/2024).
Dalam serangan pesawat nirawak atau drone di kompleks gas milik Emirat di wilayah otonomi Kurdistan utara Irak.
Kompleks Khor Mor milik perusahaan Uni Emirat Arab, Dana Gas, telah diserang beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir, tetapi serangan drone pada Jumat adalah serangan mematikan pertama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Empat pekerja Yaman tewas dan lapangan minyak rusak parah,” kata juru bicara pemerintah daerah Kurdistan, Peshawa Hawramani.
“Dia mengatakan serangan itu akan menyebabkan “pemadaman listrik.”
“Serangan berulang-ulang ini harus dihentikan,” tambah Hawramani.
Dia meminta pemerintah federal di Baghdad untuk “menemukan pelaku aksi teroris ini.”
Baca Juga:
China Dental Show 2026 Hadirkan Inovasi Kedokteran Gigi yang Lebih Cerdas
LX Pantos Perkuat Komitmen ESG Global melalui Laporan Keberlanjutan 2026
Pasukan keamanan Irak mengatakan mereka membentuk komite investigasi untuk menyelidiki serangan itu, dan bertekad akan menghukum “agresor”.
Sebuah drone menghantam lokasi sekitar pukul 18.45. waktu setempat (1545 GMT), kata Ramak Ramadan, Bupati Chamchamal, lokasi kompleks Khor Mor berada.
Dia mengatakan serangan itu menargetkan tangki penyimpanan bahan bakar.
Serangan itu mengganggu pasokan gas ke pembangkit listrik di wilayah tersebut, mengakibatkan kehilangan daya listrik sebesar 2.500 megawatt, kata otoritas listrik setempat.
Baca Juga:
ThinkPalm dan Singapore Polytechnic Kembangkan IIoT Berkelanjutan bagi UKM dan Perusahaan Rintisan
Upaya sedang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan dan memulihkan pasokan gas, imbuh otoritas listrik itu, dalam sebuah pernyataan.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Pihak berwenang Kurdi mengecam serangan itu dan meminta pemerintah federal di Baghdad mencari cara untuk mencegah serangan lebih lanjut.
“Serangan-serangan ini mengancam perdamaian dan stabilitas negara,” kata Presiden regional Nechirvan Barzani.
Barzani mendesak pemerintah federal di Baghdad untuk “melakukan tugas mereka dalam menghentikan serangan-serangan ini, menemukan pelaku apa pun afiliasinya, dan menghukum mereka.”
Lapangan gas yang diserang terletak di antara Kota Kirkuk dan Sulaymaniyah, di wilayah yang dikelola oleh otoritas Kurdi.
Baca Juga:
Dari Kertas Xuan hingga Desa Xidi, Rombongan Diplomat Menjelajahi Warisan Budaya Anhui
Changhong Gandeng Ikon Pop Indonesia Rossa untuk Memperkuat Jangkauan di Pasar Indonesia
Coolita Luncurkan FAST Media Alliance Pertama di Indonesia Bersama Sejumlah Stasiun TV Terkemuka
Demikian, sebagaimana dikutip dari laman resmi VOA Indonesia.***











