MINERGI.COM – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid menjawab tuduhan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD menuduh pihaknya melakukan praktek abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan.
“Partai pendukung Prabowo dan Gibran adalah partai-partai yang tidak terbiasa mempunyai pikiran seperti itu, bagaimana caranya untuk abuse of power?”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pikiran saja tidak pernah, apalagi pengalaman untuk melakukannya,” kata Nusron Wahid.
Nusron Wahid menyampaikan hal itu konferensi pers di kantor TKN Prabowo-Gibran Jl. Letjen S Parman Kav 7-8, Slipi, Jakarta Barat, Minggu 12 November 2023
Baca artikel lainnya di sini : Momen Bahagia Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Disambut Siswa SD-SMP di Mimika Papua
Nusron Wahid melanjutkan, tuduhan tersebut tidaklah benar justru sebaliknya praktik abuse of power itu dilakukan pihak lain.
Baca Juga:
China Dental Show 2026 Hadirkan Inovasi Kedokteran Gigi yang Lebih Cerdas
LX Pantos Perkuat Komitmen ESG Global melalui Laporan Keberlanjutan 2026
“Hari ini saya membaca berita di salah satu media online, ada kabar dari Jawa Tengah, baca aja.”
Baca artikel lainnya, di sini: Bursa Media Online Melayani Jasa Jual Beli dan Akuisisi Portal Berita yang Masih Berjalan dan Berkualitas
“Saya barusan dapat kiriman link-nya juga, ada salah satu relawan kami yang melaporkan bahwa banyak dikeluhkan oleh para ASN maupun kepala dinas-kepala dinas.”
“Mereka dipanggil oleh PJ bupati-bupati di daerah Jawa Tengah yang diminta untuk membantu dan memenangkan pasangan tertentu,” kata Nusron Wahid.
Baca Juga:
ThinkPalm dan Singapore Polytechnic Kembangkan IIoT Berkelanjutan bagi UKM dan Perusahaan Rintisan
“Sebaiknya bapak-bapak yang mengatakan penyelewengan itu berkaca pada diri sendiri.”
“Sebetulnya siapa yang mempunyai pengalaman penyelewengan itu, yang punya pengalaman untuk melakukan abuse of power itu siapa?” kata Nusron Wahid.
Nusron Wahid pun memastikan di TKN secara bersama mempunyai tekad untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dengan cara elegan.
Menang dengan cara martabat, dan menang dengan secara fair, jujur, adil dan transparan.
“Kita ingin mengawal proses pemilu ini secara demokratis, secara akuntabel”.
“Dan tidak boleh tercederai oleh praktek-praktek seperti adanya penyelewengan dari oknum-oknum aparat apapun, kita semua bertekad untuk itu,” kata Nusron Wahid.***
Baca Juga:
Dari Kertas Xuan hingga Desa Xidi, Rombongan Diplomat Menjelajahi Warisan Budaya Anhui
Changhong Gandeng Ikon Pop Indonesia Rossa untuk Memperkuat Jangkauan di Pasar Indonesia
Coolita Luncurkan FAST Media Alliance Pertama di Indonesia Bersama Sejumlah Stasiun TV Terkemuka











