Presiden ISWA Berkunjung ke SUS ENVIRONMENT, Bahas Solusi Pengelolaan Sampah Global untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

logo

logo

SHANGHAI, 30 Juni 2026 /PRNewswire/ — Presiden International Solid Waste Association (ISWA), James Law, mengunjungi kantor pusat SUS ENVIRONMENT di Shanghai pada 24 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu strategis, mulai dari tren pengelolaan sampah global, perkembangan sektor pengelolaan sampah di pasar negara berkembang, inovasi teknologi rendah karbon, ekspansi industri ke pasar internasional, hingga harmonisasi standar industri.

Law menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian SUS ENVIRONMENT. Menurut dia, inovasi teknologi dan ekspansi internasional yang dilakukan SUS di sektor pembangkit listrik tenaga sampah/PLTSa (waste-to-energy) telah menjadi acuan bagi perusahaan pengelolaan sampah yang ingin berekspansi secara global. Model bisnis yang dikembangkan SUS juga dinilai dapat menjadi referensi bagi berbagai negara dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ia juga mendorong generasi muda yang berkecimpung di industri pengelolaan lingkungan agar lebih aktif terlibat dalam kerja sama dan pertukaran internasional. Dengan demikian, para profesional muda dapat memperluas wawasan global, serta menunjukkan kapasitas inovasi dan tanggung jawab lingkungan hidup kepada dunia.

Sejak menjalin kemitraan pada 2018, ISWA dan SUS ENVIRONMENT aktif mendorong berbagai bentuk kerja sama internasional, termasuk menyelenggarakan Waste-to-Energy Beacon Conference, menggelar webinar teknis khusus, memperkenalkan praktik terbaik dalam PLTSa melalui berbagai wawancara di media industri, serta menyuarakan pentingnya kemajuan pengelolaan sampah global dalam sejumlah forum internasional.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kemitraan strategis kedua pihak. Dengan memanfaatkan jaringan global dan sumber daya yang dimiliki ISWA, SUS ENVIRONMENT berupaya memperluas kolaborasi dua arah, serta meningkatkan peran dan pengaruh industri PLTSa dalam tata kelola lingkungan hijau di tingkat global.

Tentang SUS ENVIRONMENT

SUS ENVIRONMENT merupakan penyedia peralatan dan teknologi insinerasi sampah terbesar di dunia. Perusahaan ini juga termasuk dalam jajaran tiga investor dan operator fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah (waste-to-energy) atau kawasan industri rendah karbon (low-carbon eco-industrial park) terbesar di dunia.

Hingga Desember 2025, SUS ENVIRONMENT telah mendirikan 11 pusat manajemen di seluruh dunia, dan melayani lebih dari 100 juta orang. SUS ENVIRONMENT juga berinvestasi dan membangun lebih dari 90 proyek pembangkit listrik tenaga sampah/PLTSa (low-carbon Eco-industrial parks) dengan kapasitas harian hampir 120.000 ton sampah perkotaan berbentuk padat yang menghasilkan sekitar 20.000 GWh listrik hijau setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar delapan juta rumah. Peralatan dan teknologi SUS ENVIRONMENT telah digunakan di lebih dari 300 proyek PLTSa di seluruh dunia untuk mengolah lebih dari 300.000 ton sampah perkotaan berbentuk padat setiap hari.*

*Data Sanitasi Lingkungan Hidup Tiongkok dan data publik, mencakup skala desain total, data terhitung hingga 31 Desember 2025.

Berita Terkait

V-Key Umumkan Investasi Strategis Mayoritas di CloudsineAI untuk Memperkuat Keselamatan dan Keamanan AI dalam Ekonomi AI
Daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Asia 2026 Versi Fortune Mengungkapkan Pergeseran Lanskap Kekuatan Bisnis Seiring Sektor Teknologi dan Keuangan Jadi yang Terdepan
Platform Asia Pasifik Baru VXA Hadirkan Pemerintah, Pelaku Dunia Usaha, dan Pemimpin Teknologi di Singapura untuk Membahas Konvergensi AI, Robotika, dan Keamanan Siber
Laporan riset global terbaru Habitat for Humanity: Tiga dari empat orang mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pokok demi memenuhi biaya tempat tinggal
Radha Exports bermitra dengan Körber untuk mengupayakan otomatisasi canggih pergudangan di Singapura
ICP DAS Hadirkan Solusi Komunikasi Industri dan I/O yang Andal di Ajang Measurement and Control Show NEXT 2026
XTransfer Tampilkan Solusi Penagihan Lokal Asia Tenggara di CAEXPO, Dukung Perdagangan Lintasnegara
E&R Engineering Siapkan Pabrik Baru di Malaysia: Tingkatkan Kapasitas Produksi Material Kemasan Global dan Layanan Lokal

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:03 WIB

V-Key Umumkan Investasi Strategis Mayoritas di CloudsineAI untuk Memperkuat Keselamatan dan Keamanan AI dalam Ekonomi AI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Asia 2026 Versi Fortune Mengungkapkan Pergeseran Lanskap Kekuatan Bisnis Seiring Sektor Teknologi dan Keuangan Jadi yang Terdepan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Platform Asia Pasifik Baru VXA Hadirkan Pemerintah, Pelaku Dunia Usaha, dan Pemimpin Teknologi di Singapura untuk Membahas Konvergensi AI, Robotika, dan Keamanan Siber

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Laporan riset global terbaru Habitat for Humanity: Tiga dari empat orang mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pokok demi memenuhi biaya tempat tinggal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 03:32 WIB

Radha Exports bermitra dengan Körber untuk mengupayakan otomatisasi canggih pergudangan di Singapura

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:40 WIB

XTransfer Tampilkan Solusi Penagihan Lokal Asia Tenggara di CAEXPO, Dukung Perdagangan Lintasnegara

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:53 WIB

E&R Engineering Siapkan Pabrik Baru di Malaysia: Tingkatkan Kapasitas Produksi Material Kemasan Global dan Layanan Lokal

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Blokees Gelar Debut Lebih dari 90 Produk Baru di Ajang Wonder Festival Shanghai 2026

Berita Terbaru